Tribratanews.kalteng.poli.go.id. – Polres Kapuas – Kapolda Kalteng Irjen Pol Drs. Anang Revandoko melakukan press release pengungkapan kejahatan di bidang kehutanan (illegal logging), Senin (06/08/2018) sekitar pukul 11.00 WIB.

Tempat kejadian perkaranya di DAS Kapuas Desa Mantangai Hulu, Kecamatan Mantangai, Kab. Kapuas, Kalteng.

Kapolda Kalteng mengatakan bahwa pengungkapan kasus illegal logging tersebut bermula dari adanya informasi masyarakat pada hari Senin (30/07/2018) bahwa di DAS Kapuas Desa Mantangai Hulu terdapat kayu bulat/log yang jumlahnya lebih kurang 800 potong dengan berbagai macam ukuran dan jenis yang sudah dirakit tanpa ada pemilik dan diduga kayu log tersebut tidak dilengkapi dengan surat keterangan sahnya hasil hutan kayu bulat (SKSHH-KB).

“Atas dasar tersebut pihak Kepolisian kemudian membentuk tim lidik di lapangan terdiri dari personel subdit 4 Tipidter Polda Kalteng, personel Satreskrim Polres Kapuas dan personel Polsek Mantangai yang dipimpin langsung oleh Kepala Sub Direktorat 4 Tindak Pidana Tertentu Reskrimsus AKBP Trisaksono Puspo Aji, S.I.K., M.Si,” ucap Irjen Pol Anang Revandoko saat press release di atas rakit di Desa Budi Berkat, Handel Budi, Kec. Bataguh, Kab. Kapuas.

Dari hasil penyelidikan tersebut, pada hari Selasa (31/07/2018) personel Polres Kapuas berhasil membekuk tiga tersangka yang diduga melakukan pembalakan dengan peran yang berbeda-beda yaitu JA (35) memiliki peran sebagai penarik kayu log, MH (52) memiliki peran sebagai penebang kayu dan TE (50) sebagai pemilik/pemodal kayu log.

“Ketiga tersangka tersebut akan dibidik dengan pasal 83 ayat (1) huruf B Jo pasal 12 Huruf  E Undang – Undang RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman penjara lima tahun penjara dan denda Rp. 2,5 milyar,” pungkas orang nomor satu dilingkungan Polda Kalteng ini didampingi Dirreskrimsus Polda Kalteng Kombes Pol Adex Yudiswan, S.H., S.I.K., M.Si, Pj. Bupati Kapuas Agus Pramono dan Kapolres Kapuas AKBP Sachroni Anwar, S.H., S.I.K., M.H.. (andik)

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.