Tribratanews.kalteng.polri.go.id – Polres Barito Timur – Seorang Pengedar Asal Kalimantan Selatan (Kalsel) diringkus Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Barito Timur (Bartim), Rabu  (30/01/2019) kemarin sekitar pukul 18.30 WIB.

Pelaku AH alias H (37) warga Amuntai, Kalimantan Selatan (Kalsel) tak berkutik saat Satresnarkoba Polres Bartim membekuknya ketika akan mengedsrkan Narkotika jenis Sabu di daerah Kincung, Kelurahan Taniran, Kec. Benua Lima, Kab. Bartim, Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan didapati Satu paket Narkoba jenis sabu seberat 1,79 gram yang disimpan di saku celana.

Kapolres Barito Timur AKBP Zulham Effendy, S.I.K., M.H., melalui Kasatresnarkoba AKP Dani Sutirta, S.H., yang memimpin penangkapan menjelaskan, penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat, bahwa pelaku asal Amuntai, Kalsel ini sering mengedarkan Narkoba jenis sabu di wilayah Kecamatan Benua Lima dengan menggunakan sepeda motor yang ciri-cirinya sudah diketahui.

“Kami kemudian melakukan pembuntutan terhadap sepeda motor yang diduga dikendarai pelaku. Pada saat melintas di daerah Kincung, Kec. Benua Lima kami langsung melakukan penangkapan. Dengan disaksikan warga sekitar kami melakukan penggeledahan badan dan menemukan barang bukti sabu yang disimpan di dalam saku celana seberat 1,79 gram,” jelas Kasat.

Selain itu kami juga mengamankan beberapa barang bukti seperti satu Paket Narkotika jenis sabu dengan berat kotor 1,79 (satu koma tujuh puluh Sembilan) gram, Satu lembar potongan plastic hitam, Satu buah Handphone warna hitam merek Samsung, Satu lembar STNK Sepeda Motor Honda CBR 150R An. Hendra Lesmana, Satu Unit Sepeda motor Honda CBR 150R warna biru dengan Nopol DA 2592 PK beserta kunci kontak.

“Akibat perbuatanya tersebut kami akan menjerat tersangka dengan pasal 114 Ayat (1) Jo Pasal 112 (1) UU No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 (Lima) tahun dan maksimal 20 tahun Penjara,” pungkasnya. (Ar/Sam)

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.