Tribratanews.kalteng.polri.go.id. – Polres Kapuas – Ini bisa menjadi pelajaran untuk siapa saja yang berani membawa senjata tajam tanpa ijin yang mungkin saja dapat digunakan untuk aksi kriminalitas. Seperti yang dilakukan Ong (35) warga Dusun Bukit Buas Desa Danau Rawah RT 013, Kec. Mantangai, Kab.Kapuas, Kalteng ini.

Plh. Kapolres Kapuas AKBP Trisaksono Puspo Aji, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Mantangai AKP Kristanto Situmeang, S.I.K. mengungkapkan, tersangka Ong digiring personel Polsek Mantangai karena kedapatan membawa sajam jenis belati pada saat acara hiburan pernikahan di Desa Bukit Batu RT 003 Kec. Mantangai. Kab. Kapuas, Minggu (23/09/2018) sekitar pukul 12.30 WIB.

“Penangkapan bermula pada saat tersangka hendak naik panggung saat acara hiburan pernikahan. Karena panggung sudah penuh tersangka ditegur oleh personel Polsek Mantangai yang melaksanakan pengamanan untuk turun dari panggung. Namun terlapor tidak menghiraukan dan tidak mau turun,” ucap AKP Kristanto melalui releasenya, Senin (24/09/2018) sekitar pukul 07.15 WIB.

Merasa curiga, kemudian personel Polsek Mantangai melakukan penggeledahan badan dan menemukan sajam jenis belati yang diselipkan dipinggang. Pada saat hendak diamankan tersangka melakukan perlawanan, sehingga polisi yang melaksanakan pengamanan melakukan tindakan tegas terhadap tersangka dan mengamankannya ke Pospol Bagugus, untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Akibat perbuatannya, tersangka Ong akan dikenakan pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI No. 12 Tahun 1951 tentang tindak pidana memiliki, menyimpan dan membawa senjata tajam tanpa ijin. “Adapun ancaman hukumannya yaitu 10 tahun penjara,” pungkap perwira pertama dengan pangkat balok tiga di pundak ini menutup pembicaraan. (andik/sam)

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.