Tribratanews.kalteng.polri.go.id – Ditpolairud – Ditpolairud Polda Kalteng serius dalam mengembangkan pertanian dengan berbagai metode  guna mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah ketika menghadapi pandemi Covid-19.

Menyikapi hal tersebut, Ditpolairud kemudian mengambil langkah untuk membudidayakan ikan air tawar dipadukan dengan tanaman sayuran yang disebut aquaponik. Metode aquaponik diyakini mampu menjamin ketahanan pangan keluarga. Karena teknologi budidaya dengan sistem ini bisa dilakukan dilahan sempit dan sedikit air. Pembuatannya pun juga dapat memanfaatkan barang bekas, seperti ember bekas ukuran besar dan botol air mineral.

Dirpolairud Polda Kalteng Kombes Pol. Pitoyo Agung Yuwono, S.I.K., M.Hum., melalui Kamarnit Palangkau Lama Aiptu Nia Kurniawan menjelaskan, metode dengan aquaponik memberikan dua keuntungan sekaligus yaitu dengan memelihara ikan serta tanaman (sayuran) dalam satu wadah.

“Sistemnya pun terbilang sederhana, hasil dari air yang berisi ikan akan dialirkan kedalam media tanam sebagai sumber nutrisi bagi tanaman yang sekaligus menjernihkan kembali air kolam tanpa harus melakukan penggantian air kolam secara berlebihan,” ujar Nia saat dikonfirmasi, Senin (1/06/2020) sore.

Secara terpisah, Kombes Pitoyo menambahkan, pihaknya selama ini telah membuat budidaya sayuran sistem hydroponik (green house), budidaya tanaman kelor, budidaya magot, dan budidaya aquaponik.

“Program tersebut tidak hanya dilakukan di Markas Komando Ditpolairud di Sampit saja, tetapi juga dilakukan pada Markas Unit Patroli Polairud yang tersebar di seluruh DAS Kalteng yang tujuannya memberikan edukasi kepada masyarakat apabila ingin mencoba metode ini,” pungkasnya.(iwan)

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.