Virus Mulai Terdeteksi, Rumkit Bhayangkara Gencakan Sosialisasi Mencegah HMPV Kepada Personel Hingga Masyarakat
PALANGKA RAYA – Human Metapneumovirus (HMPV) yang baru – baru ini merebak di Tiongkok, dilaporkan mulai terdeteksi di Indonesia. Bahkan disebutkan bahwa virus itu mirip dengan Covid-19.
Menanggapi hal tersebut, Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya Polda Kalteng mulai menggencarkan sosialisasi virus Human Metapneumovirus (HMPV) kepada personel hingga masyarakat, Rabu (15/1/2025) pagi.
Melalui program Sharing Session Rumkit Bhayangkara Polda Kalteng, Sosiasliasi Virus HMPV disampaikan oleh Dokter Umum Rumkit Bhayangkara Polda Kalteng dr. Nita Marta Hardianty bertempat di Aula Gawi Hapakat Rumkit Bhayangkara setempat.
Sosiasisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang virus HMPV tersebut mulai dari cara penularannya, serta langkah-langkah pencegahan yang perlu diambil untuk melindungi diri dan orang lain.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Nita Marta Hardianty mewakili Karumkit Bhayangkara Polda Kalteng AKBP dr. Anton Sudarto menjelaskan bahwa HMPV adalah salah satu dari mikroorganisme atau penyakit infeksi saluran napas akut (ISPA), baik saluran napas atas dan bawah yang ditemukan hampir sepanjang tahun.
Menurutnya, gejala yang ditimbulkan virus HMPV pada manusia antara lain, batuk, pilek demam sakit tenggorokan. Sedangkan, pada kasus yang sudah kronis, maka akan mengalami kesulitan bernapas. Bronkiolitis jika adanya peradangan saluran udara kecil dan pneumonia.
“Virus HMPV berbeda dengan COVID-19. Virus HMPV sudah lama ada dan beredar di seluruh dunia. Selama ini juga tidak terjadi apa-apa. Karena, kasus ini merebak di China, jadi heboh,” kata dia.
Sistem imunitas manusia, kata dr. Marta sudah mengenal virus ini sejak lama dan mampu meresponsnya dengan baik.
Dirinya menambahkan HMPV rentan menyerang anak – anak dibawah usia 5 tahun maupun lansia yang berusia diatas 65 tahun. Serupa dengan virus flu lainnya, HMPV dapat ditularkan melalui dorplet atau kontak dengan permukaan barang yang terkontaminasi.
Sementara itu, dr. Marta mengimbau kepada seluruh personel dan masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), selalu cuci tangan, mengenakan masker, olahraga rutin serta polda makan teratur untuk mencegah dan mengantisipasi penularan HMPV.
Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab, terkait virus tersebut. Sesi ini memberikan pengetahuan lebih mendalam mengenai gejala, cara penularan, dan langkah-langkah pencegahan yang tepat. Sehingga diharapkan dapat lebih siap dalam menghadapi potensi penyebaran virus dan menjaga kesehatan di lingkungan kerja Rumkit Bhayangkara Polda Kalteng. (Har/sam)