Ciptakan Situasi Bebas Narkoba, Ditsamapta Polda Kalteng Laksanakan Razia Gabungan Bersama BNN Provinsi Kalteng
Palangka Raya – Merupakan implementasi pembersihan penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat, Ditsamapta Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) melaksanakan Razia Gabungan Bersama BNN Provinsi Kalteng, Sabtu (21/12/2024).
Dalam razia kali ini, petugas Lapas bersama tim dari Polri dan BNN memeriksa kamar-kamar hunian secara menyeluruh. Setiap sudut diperiksa untuk memastikan tidak ada barang-barang terlarang yang disembunyikan oleh warga binaan.
Dirsamapta Polda Kalteng Kombes Pol Arie Sandy Z. Sirait, S.I.K., M.Si. mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol Drs. Djoko Poerwanto menjelaskan bahwa razia ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen dalam pemberantasan narkoba.
Kegiatan tersebut sebagai langkah pencegahan adanya pengaduan terhadap Lapas terkait peredaran narkoba, penipuan online dan barang terlarang yang dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban. Serta mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN).
“Razia ini harus terus dilaksanakan untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban. Saat penggeledahan diharapkan kepada seluruh pegawai untuk teliti dan mengecek keseluruhan kamar blok dengan sopan dan santun namun tegas. Laksanakan tugas dengan santun, jangan semena-mena. Kita harus tegas jika ditemukan pelanggaran. Tetapi humanis harus dikedepankan, ” kata Arie.
Sinergi antara Lapas, Polri, dan BNN ini menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga integritas dan kebersihan Lapas dari pengaruh negatif narkoba. Meningkatkan kesadaran mereka akan bahaya narkoba dan pentingnya menjalani hidup yang lebih sehat. Harapannya, program ini mampu memberikan dampak positif dalam mengurangi kasus penyalahgunaan narkoba di dalam Lapas dan mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik.
“Razia gabungan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya menciptakan Lapas yang aman, bersih, dan bebas dari narkoba, sehingga seluruh kegiatan pembinaan dan rehabilitasi di Lapas Banjarmasin dapat berlangsung dengan kondusif,” tutupnya. (Nyl/adji/sam).