Ditresnarkoba Polda Kalteng – Secara berturut-turut beberapa hari terakhir ini Ditresnarkoba Polda Kalteng seperti tidak patah semangat untuk terus memberantas peredaran gelap Narkoba di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah ini, tercatat dari hari Sabtu tanggal 23 Juni 2018 kemarin sudah 12 orang pengedar shabu yang berhasil dibekuk oleh Tim Ditresnarkoba Polda Kalteng dengan barang bukti ratusan gram Narkoba jenis shabu. Kali ini Tim Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Kalteng kembali menangkap 1 (satu) pengedar shabu berjenis kelamin perempuan, yaitu RN (43 tahun) seorang pekebun warga Desa Patai Kec. Cempaga, Kotawaringin Timur.

RN ditangkap petugas kepolisian pada hari Jumat malam (29/6) kemarin sekira pukul 21.30 wib di rumah tinggalnya di Desa patai Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur. Barang bukti yang disita dari Sdri. RN pun tidak sedikit, yakni 11 (sebelas) bungkus shabu dengan total 153,60 gram beserta barang bukti lain.

Tim yang dipimpin langsung oleh Kasubdit 2 KOMPOL Bayu Wicaksono, S.H., S.I.K., M.Si.  dalam melakukan penyelidikan terhadap RN yang memang sudah cukup lama menjadi target operasi (T.O.) ini sempat kewalahan dalam mengungkap jaringan RN yang selama ini yang cukup licin, namun berkat kegigihan tim dalam melakukan penyelidikan, akhirnya membuahkan hasil. Jumat malam (29/6) Tim Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Kalteng berhasil mengamankan RN.

Informasi yang berhasil dihimpun, bahwa guna mengelabui petugas, RN menyembunyikan barang haram tersebut di dalam pipa besi tiang ranjang yang tak terpakai yang terletak di atas plafon rumahnya. Pada saat dilakukan penggeledahan di rumah RN, salah satu petugas merasa curiga melihat adanya sebuah kursi yang ada bekas pijakan kaki, kemudian melihat ke atas plafon hanya melihat tumpukan teralis ranjang besi yang sudah tidak terpakai. Setelah diperiksa Tim berhasil menemukan 1 (satu) bungkusan plastik di dalam kaki tiang ranjang yang setelah dibuka bungkusan ternyata berisi 10 (sepuluh) paket kristal shabu, total seberat 51,6 gram, tidak berselang lama, tim menemukan 1 (satu) bungkusan plastik lagi di dalam pipa kaki ranjang yang lain, kali ini berisi 1 (satu) paket besar kristal shabu seberat 102 gram, sehingga total shabu yang ditemukan saat itu sebanyak 11 (sebelas) bungkus dengan total berat 153,6 gram. Selain shabu, Tim juga menemukan adanya sebuah handphone milik RN dan 3 (tiga) lembar slip setoran/transfer bank BCA yang diduga digunakan oleh RN dalam melakukan transaksi barang haram tersebut.

Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Kalteng KOMPOL Bayu Wicaksono, S.H., S.I.K., M.Si. seusai melaksanakan gelar perkara pada hari Sabtu siang (30/6) di ruang kerjanya, kepada para wartawan dan media pers, beliau menerangkan, “keberhasilan pengungkapan kasus RN ini merupakan hasil keras Tim dalam melakukan penyelidikan serta adanya dukungan dari masyarakat yang telah memberikan informasi kepada petugas kepolisian”. Pamen Polri lulusan Sespimmen tahun 2017 ini juga menambahkan, “saat ini RN masih dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh tim penyidik dan kami sudah melaporkan kepada Bapak Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng yang saat ini masih melaksanakan tugas sebagai Pamatwil di Kab. Lamandau, dan menunggu kebijakan lebih lanjut dari beliau, tentang rencana pengembangan yang akan kita laksanakan”.

Sementara itu secara terpisah saat dimintai konfirmasi per telepon, Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng, Kombes Pol. Agustinus Suprianto, S.I.K. menerangkan bahwa “benar tadi malam (Jumat, 30/6, red) Tim Ditresnarkoba Polda Kalteng yang dipimpin oleh Kasubdit 2, telah berhasil mengamankan seorang perempuan pengedar shabu dan berhasil menyita shabu dengan total berat 153,6 gram di wilayah Kotawaringin Timur, saat ini Kami masih berupaya untuk mengungkap jaringan Narkoba yang lebih besar lagi”. Ketika ditanya mengenai pengedar shabu berjenis kelamin perempuan ini, pada akhir pembicaraan, Beliau juga menegaskan, “Pelaku tindak pidana Narkoba, dalam hal ini para pengedar sudah sering dilakukan oleh kaum wanita. Kita semua harus peduli dalam pencegahannya karena secara logika ibu-ibu lebih dekat dengan anak-anak. Sekecil apapun perbuatan penyalahgunaan Narkoba, Kami tidak akan mentolerir dan akan Kami berantas”, pungkasnya. (/wr)

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.