tribratanews.kalteng.polri.go.id. – ditresnarkoba – Negara terus menerus gencar memerangi Narkoba. Sebagaimana yang telah dinyatakan oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo bahwa Indonesia Darurat Narkoba, dan kemudian ditindak lanjuti dengan dikeluarkannya Inpres Nomor 6 tahun 2018 tentang rencana aksi nasional pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. Sebagai bentuk implementasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga mengelar kegiatan Kalteng Bersinar “Kalimantan Tengah Bersih dari Narkoba” pada hari Rabu, 20 Maret 2019.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Arafah-Asrama Haji Al-Mabrur, Jalan George Obos Km.2, Kota Palangka Raya ini menghadirkan 2 (dua) orang Narasumber yaitu Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng, Kombes Pol. Wijonarko, S.I.K., M.Si. dan Kabid Pencegahan dan Pembinaan Masyarakat BNNP Kalteng, Baja Sukma, S.P., M.Si. yang juga diikuti oleh 250 orang peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai Kelompok Masyarakat, Pelajar, Mahasiswa dan ASN yang ada di Kalimantan Tengah.

Dalam paparannya, Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng, Kombes Pol. Wijonarko, S.I.K., M.Si. mengajak masyarakat Kalimantan Tengah untuk senantiasa berperan serta aktif bersama-sama dengan aparat penegak hukum, baik POLRI maupun BNN untuk memerangi Narkoba, baik dalam bentuk mencegah maupun memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba.

Dari data kasus Narkoba yang berhasil diungkap oleh Polda Kalteng dan Jajaran selama dua tahun terakhir yaitu pada tahun 2017 sebanyak 754 kasus dan pada tahun 2018 sebanyak 799 kasus, sebagian besar atau sekitar 80% kasus yang merupakan hasil kerja keras petugas kepolisian dalam melakukan penyelidikan, mencari, menemukan dan mengungkap dugaan tindak pidana Narkoba, sedangkan baru sekitar 20% kasus Narkoba yang berasal dari laporan informasi dari masyarakat yang kemudian dilakukan penyelidikan oleh petugas kepolisian.

Sebagaimana dalam Pasal 105 UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, disebutkan bahwa Masyarakat mempunyai hak dan tanggung jawab dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. “masalah Narkoba bukan hanya tanggung jawab bagi Polri dan BNN semata, namun juga mayarakat punya hak dan tanggung jawab yang sama untuk bersama-sama memerangi Narkoba,” ungkap Kombes Pol. Wijonarko.

Lanjutnya, “Masyarakat jangan takut untuk melaporkan kepada Polisi atas adanya dugaan tindak pidana penyalahgunaan atau peredaran gelap Narkoba yang diketahuinya. Undang-Undang sudah menjamin kerahasiaan identitas pelapor atau keselamatan bagi masyarakat yang bersedia melaporkan adanya dugaan tindak pidana penyalahgunaan atau peredaran gelap Narkoba yang diketahuinya kepada aparat penegak hukum, Polri maupun BNN. Justru sebaliknya bagi masyarakat yang sengaja tidak melaporkan adanya dugaan tindak pidana Narkoba kepada petugas yang berwenang maka diancam hukuman pidana maksimal 1 (satu) tahun kurungan”. (wr).

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.